Tips Berbicara Efektif

Tujuan dari berbicara adalah untuk menyampaikan keinginan, mengekspresikan kemauan supaya orang lain tahu apa yang kita kehendaki. Ada beberapa poin yang mungkin bisa dijadikan latihan sebab berbicara efektif butuh latihan. Poin pertama yang harus selalu diingat pada saat kita bicara adalah menyebutkan objeknya terlebih dahulu supaya terlokalisir dan tidak lupa. Banyak orang yang berbicara tidak efektif, terlalu banyak basi-basi sehingga inti dari yang ingin dibicarakan menjadi lupa.
Kedua, kemukakan dengan singkat dan jelas. Saat poin kedua ini dilakukan terkadang lawan bicara merespon dan menanyakan alasan kita atas pernyataan yang kita kemukakan diawal pembicaraan, nah baru kemudian kita bisa mengemukakan apa yang menjadi alasan kita, yang terpenting inti dari yang ingin kita utarakan sudah tersampaikan diawal pembicaraan. Hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 10 detik saja pembicaraan sudah sudah bisa diclose.
Kita bisa memulai melatih diri kita sendiri untuk bisa berbicara efektif. Kita gunakan media secara tidak langsung dan seadanya, coba bicara tentang diri kita sendiri dengan sudah mencakup bahasan yang cukup bisa dimengerti selama satu menit, misalnya kita berbicara tentang apa yang paling berkesan pada saat kita masih kecil, berbicara tentang pengalaman masa lalu karena orang biasanya merasa senang jika bicara atau menceritakan tentang dirinya sendiri. Berbicara tentang pengalaman masa kecil yang sering berkesan dengan dimulai dari objeknya, contoh: ‘pertama kali dibelikan mainan oleh bapak’ kemudian merambah ke waktu, usia, dst pada saat itu. Selanjutnya coba susun dengan menggunakan kata yang bisa disampaikan dengan cepat, tepat, dan mudah dimengerti dan kita harus membuat suatu kesimpulan setelah kira-kira kurang 15 detik sebelum waktu berakhir, bahwa “ternyata pada saat saya masih kecil itu yang namanya mainan harganya sangat mahal maka pada saat saya dibuatkan ayah mainan dari kulit jeruk yang dibentuk kereta-keretaan saja rasanya sudah senang sekali dan begitu berkesan”. Pembagian waktunya yaitu 45 detik berbicara dan 15 detik menutup beserta dengan kesimpulan. Durasi satu menit sangat normal dan standar sekali untuk berlatih, tidak terlalu singkat dan tidak terlalu panjang.
Kita boleh melatih bicara efektif didepan adik atau anak kita dengan menceritakan cerita yang nyata jangan fiktif (bohong) supaya tidak mengarang, karena jika sudah mengarang akan membutuhkan energi yang lebih. Dalam berlatih harus dengan orang lain atau menggunakan timer dengan tujuan untuk mengingatkan 15 detik waktu yang tersisa untuk menyimpulkan yang sudah kita ceritakan tadi, itu menandakan bahwa dalam satu menit kita sudah mampu menyampaikan sesuatu dengan tepat dan lengkap sampai ke kesimpulan mencakup prolog, isi (konten), dan resume. Jika kita sudah latihan misalnya di depan anak-anak maka suatu saat nanti jika harus berbicara di depan umum untuk memberikan sambutan yang berdurasi satu menit kita sudah tidak canggung lagi. Latihan ini sangat efektif sekali dan tidak perlu banyak improvisasi, hanya berlatih untuk ketat terlebih dahulu dan tidak mensuggest, nasehat ini dilakukan karena banyak sekali orang lain yang sangat sulit mengungkapkan apa yang dirasakan. Banyak masalah yang menjadi pertanyaan di luar sana, beberapa diantaranya ‘mengapa bicara dengan suami sulit? Mengapa selalu misunderstanding dengan teman? Mengapa kok saya selalu diberi predikat bahwa orang yang sangat ceriwis? Mengapa kok saya diberi predikat orang yang tidak tahu hati orang lain sehingga kalau bicara selalu menyakitkan? Mengapa saya dianggap pimpinan yang tidak mengerti umatnya? Mengapa kok saya menjadi leader yang dimana teamwork saya tidak jalan karena saya dianggap tidak bisa berkomunikasi?’. Masalah itu semua dikarenakan kurangnya berlatih untuk berbicara secara efektif apalagi kalau sudah mengenai emosi. Maka, untuk berlatih coba gali pengalaman-pengalaman yang melibatkan emosi, hal yang sangat menyenangkan, menjengkelkan dalam hidup kita sehingga kita memang terbawa emosi.
Penerapan bicara efektif biasanya teraplikasi saat kita telepon karena mengingat biaya untuk telepon tidaklah murah jangan sampai menghabiskan pulsa 20 menit tetapi begitu kita letakkan telepon tersebut kemudian orang yang kita telepon tadi masih gantian menelepon kita (miscommunication), saat telepon harus betul-betul tepat guna dan apa yang dibicarakan harus bisa dimengerti. Jadi, pada saat kita menyampaikan instruksi atau keinginan terhadap seseorang cobalah untuk membicarakannya secara efektif (berbicara efektif).




by: www.mtafm.com

0 komentar:

Poskan Komentar